Sharing Infomation and Science

Membuat Installer Java dengan WinRAR

Bagi anda yang gemar dengan pemrograman java, berikut adalah cara mudah yang digunakan untuk memaketkan program java yang anda buat kedalam suatu installer. misal "setup.exe" yang sering kita lihat ketika ingin menginstall program-program / software ke dalam windows kita. Dan dengan cara tersebut file java anda tentu akan terlihat lebih eksklusif. Anda bisa dengan mudah mendistribusikan program tersebut. contoh : ketika anda menginstall suatu program, anda pernah menemui "license and  agreement" "accept" "I agree" dan lain-lain. nah... yang akan di jelaskan kali ini adalah bagaimana cara membuat installer semacam itu berdasarkan program java yang anda buat. berikut adalah langkah-langkah yang harus anda lakukan :

Disini saya hanya akan memberikan tutor pengistallan yang mudah yaitu dengan WinRAR:

1. Pertama kamu harus punya WinRAR terlebih dahulu,jika tidak ada silahkan cari di Indowebster dengan menuliskan di keywordnya WinRAR 3.70 atau download dari http://www.winrar.com/.

2. Setelah itu installah WinRARnya,kemudian buka folder yang kalian mau dibikin installernya.

3. Kemudian pilih semua file yang mau dibikin installernya dengan menekan tombol pintasnya Ctrl + A.

4. Kemudian pointer komputer kamu harus berada pada posisi file yang sudah dipilih yang dilanjuti dengan mengklik mouse kanan dan pilih “Add to archive…”.

5. Setelah itu pada kotak dialog muncul beberapa pilihan pada kotak “Archiving options” dan pilih “Create SFX archive”.

6. Setelah itu klik .RAR pada kotak Archive format. Kenapa pilih .rar? karena ada perbedaan antara file arsip .rar dengan .zip yaitu file arsip .rar biasanya kompresan file kuat jadi bisa makan ratio kompresan sampai 50%,semakin kurang ratio kompresan maka membuat muatan file arsipnya kecil dan jadi mudah dipindahkan ke direktori mana saja.

7. Setelah itu pilih “Advanced” untuk mengatur mode installer yang akan di buat.

8. Setelah itu klik button “SFX options” untuk mengatur rancangannya.

9. Pada pilihan General isi kotak Path to extrac dan isikan dengan tulisan C:\Program Files\(nama foldernya).

10. Pilih Advanced untuk membuat shorcut,dengan klik button Add shortcut…

11. Pada kotak dialog add shortcut pilihlah dimana shortcutnya dibuat pada Where to create.

12. Kemudian pilih Desktop jika kamu ingin muncul jalan pintasnya di depan layar komputer.

13. Isilah source file name yaitu file aplikasi dasar dimana yang ada pada folder program kamu.contoh: Application.exe,maka pada kotak source file name tersebut kamu isikan yang sama dengan nama file aslinya.

14. Isi shortcut name dengan menuliskan nama file pintas yang kamu inginkan. Jika sudah klik Ok

15. Jika ada lagi yang mau dibuat shortcutnya,klik lagi add to shortcutnya. Jika mau dibikin ke folder start pilih Start Menu/Program dan caranya sama dengan tutor dari nomor 13 dan 14.

16. Kemudian pilih “Text and icon” untuk mengisi rancangan lainnya.

17. Isi Title of SFX window untuk mengisi nama installernya.

18. Isi Text to display in SFX window untuk mengisi petunjuknya.

19. Kemudian pada kotak Customize SFX logo and icon pilih browse pada kotak “Load SFX logo from the file” itu untuk apa?,yaitu untuk memasukan mode gambar pada installer kamu. Filenya harus berformat .bmp ukurannya disarankan 100 x 300 juga muatannya maksimal 300 kb.

20. Setelah itu pilih browse pada kotak “Load SFX icon from the file” untuk apa juga?,yaitu untuk membuat tampilan ikon gambar installer kamu. Filenya harus asli yang berformat .ico,bukan file dari .bmp terus diubah formatnya menjadi .ico paham?.

21. Pilih License untuk membuat tampilan installer kamu lebih menarik dengan lisensi atau ketentuan syarat sah untuk pemakai.

22. Isilah judul lilensinya yang dilanjutkan mengisi isi lilensinya.

23. Kemudian jika ada lagi yang diisikan atau diatur silahkan kamu atur sendiri,kenapa?,karena disini saya hanya memberi tutor yang mudahnya saja. (It’s only easy)

24. Setelah itu klik Ok untuk SFX options dan kemudian klik Ok lagi pada kotak dialog WinRARnya.

25. Tunggulah sampai beberapa saat sampai selesai.

Nah,, gampangkan... :-D
READMORE
 

The Fuck, Aplikasi Keren Yang Mengoreksi Perintah Sebelumnya di Terminal

Kali ini saya akan mengulas aplikasi keren bernama The Fuck. Aplikasi ini berfungsi untuk mengoreksi command sebelumnya di terminal, jika command itu salah.
Berikut dependensi yang dibutuhkan :
  • python (2.7+ or 3.3+)
  • pip
  • python-dev

Cara instalasinya di Ubuntu cukup mudah :
sudo apt update
sudo apt install python3-dev python3-pip
sudo -H pip3 install thefuck
Kemudian lakukan upgrade The Fuck dengan command berikut :
sudo -H pip install thefuck

Lalu masukkan command berikut di antara script berikut : .bash_profile atau di .bashrc
eval "$(thefuck --alias fuck)"
Untuk alias bisa kalian ganti sesuka kalian.
Berikut contoh output ketika saya mencoba The Fuck
akame@linuxsec:~$ exho "LinuxSec - Indonesian Linux Portal"
No command 'exho' found, did you mean:
 Command 'echo' from package 'coreutils' (main)
exho: command not found
akame@linuxsec:~$ fuck
echo LinuxSec - Indonesian Linux Portal [enter/↑/↓/ctrl+c]
LinuxSec - Indonesian Linux Portal

Nah bagaimana ? Tertarik ? Silahkan diinstall.
Atau jika menginginkan informasi lebih lanjut silahkan cek di GitHub mereka


Oke sekian artikel singkat pagi hari ini, go linux go opensource.

Source : http://www.linuxsec.org/2016/06/the-fuck-apps.html
READMORE
 

The Fuck, Aplikasi Keren Yang Mengoreksi Perintah Sebelumnya di Terminal

Kali ini saya akan mengulas aplikasi keren bernama The Fuck. Aplikasi ini berfungsi untuk mengoreksi command sebelumnya di terminal, jika command itu salah.
Berikut dependensi yang dibutuhkan :
  • python (2.7+ or 3.3+)
  • pip
  • python-dev

Cara instalasinya di Ubuntu cukup mudah :
sudo apt update
sudo apt install python3-dev python3-pip
sudo -H pip3 install thefuck
Kemudian lakukan upgrade The Fuck dengan command berikut :
sudo -H pip install thefuck

Lalu masukkan command berikut di antara script berikut : .bash_profile atau di .bashrc
eval "$(thefuck --alias fuck)"
Untuk alias bisa kalian ganti sesuka kalian.
Berikut contoh output ketika saya mencoba The Fuck
akame@linuxsec:~$ exho "LinuxSec - Indonesian Linux Portal"
No command 'exho' found, did you mean:
 Command 'echo' from package 'coreutils' (main)
exho: command not found
akame@linuxsec:~$ fuck
echo LinuxSec - Indonesian Linux Portal [enter/↑/↓/ctrl+c]
LinuxSec - Indonesian Linux Portal

Nah bagaimana ? Tertarik ? Silahkan diinstall.
Atau jika menginginkan informasi lebih lanjut silahkan cek di GitHub mereka


Oke sekian artikel singkat pagi hari ini, go linux go opensource.

Source : http://www.linuxsec.org/2016/06/the-fuck-apps.html
READMORE
 

Struktur Direktori di GNU/Linux

Setelah kita menginstall sistem operasi berbasis linux, ada baiknya kita juga mengenali sistem yang kita pakai. Hal ini bertujuan agar nantinya tidak kesulitan jika kita mendapat masalah atau error. Kali ini saya akan membahas struktur dasar direktori pada Linux.

Berbeda dengan Windows dimana kita mengenal partsi sistem C, dan disusul partisi ntfs D, E, dll, dl Linux pembagian partisinya adalah /root, /bin, /etc, dll.
Kira kita struktur nya seperti ini  :
source fossbytes.com
Nah kali ini kita akan membahas satu per satu direktori dasar pada linux.
1. - Direktori Root

Kita mulai dari direktori paling penting. direktori Root adalah direktori induk yang menampung sub-direktori lain maupun file sistem di Linux

2. /bin

Di direktori /bin ini tersimpan binary dan program executable. Perintah perintah dasar di Linux seperti gzip, chmod, tail, nc, dan lainnya tersimpan disini. Direktori yang serupa adalah /sbin yang menyimpan perintah perintah penting dari sistem admin.

3. /boot

Yang tak kalah penting adalah folder /boot. DIsini tersimpan file statis boot loader yang berguna untuk melakukan booting sistem. Disini tersimpan file grub beserta file kernel yang terinstall.

4. /etc

Selanjutnya direktori /etc . Disini tersimpan file file konfigurasi di sistem Linux mu. Contohnya informasi hostname ataupun konfigurasi apache2. Semua file di direktori /etc harus text, bukan executeble program. Nah disini tersimpan file penting /etc/passwd dan /etc/shadow yang menyimpan data penting berupa otentifikasi data dan identifikasi user.

5. /dev
Direktori ini berisi file device yang berada di bawah kontrol sistem maupun administrator. Terminal device, disk drive, USB dll tersimpan di direktori /dev dan dibaca sebagai file, bukan device.

6. /home

DIrektori /home menyimpan direktori penguna yang ada di linux mu. Misal username yang dibuat adalah "akame" maka di folder home akan terdapat folder"akame" yang berisi file file personal dari username "akame" tersebut. Biasanya hak akses direktori juga dibatasi sehingga pemilik username akame hanya bisa mengelola file di folder "akame" dan tidak bisa mengubah isi folder user lain.

7. /lib

Direktori /lib berisi library file sistem serta modul kernel yang diperlukan oleh binary pada direktori /bin dan /sbin . Demikian pula dengan /lib64 ,yang berisi library file sistem untuk sistem operasi 64-bit.

8. /media

Direktori /media digunakan untuk mounting sementara removable media seperti CD-ROM, Flashdisk, HDD Eksternal dll. Kalian juga bisa mengakses subdirektori dari device yang di mounting. Jika kalian menginstall Windows dan Linux bersamaan ( dual boot ), maka partisi ntfs yang ada di Windows juga akan masuk ke direktori /media .

9. /opt

Direktori /opt berisi sub-direktori dari aplikasi pihak ketiga yang kalian install di Linux.

10. /proc

Disini tersimpan informasi mengenai proses yang berjalan di sistem kalian di /proc/PID yang mana PID adalah proses id. DI sini juga tersimpan informasi mengenai system resources.

11. /tmp

Folder ini digunakan untuk menyimpan temporary file dari sistem maupun aplikasi yang sedang digunakan. Biasanya file yang tersimpan disini akan dihapus setelah kita melakukan reboot.

12. /usr

Direktori /usr  berisi aplikasi dan file yang berkaitan dengan pengguna tertentu dibandingkan dengan file dan aplikasi dari sistem. Misalnya, binari penting dan binari sistem administrasi penting disimpan di direktori /bin & /sbin sedangkan yang non-esensial disimpan di /usr/bin & /usr/sbin

13. /var

Terakhir adalah /var . Direktori ini merupakan direktori penting dalam struktur direktori Linux. DIsini tersimpan file sistem yang ukuran datanya terus membesar dari aktu ke waktu contohnya log, packages, mail atau file database bisa kalian temui di direktori /var .

Nah mungkin sekian penjelasan kali ini, semoga bermanfaat, jika ada kebingungan silahkan komentar.

Source : http://www.linuxsec.org/2016/06/linux-directory-structure.html

READMORE
 

7 Tools Untuk Memeriksa Kesalahan Skrip PHP

Bahasa pemograman PHP adalah sebuah server-side scripting yang diciptakan pada tahun 1995 dan dirancang untuk pengembangan web. PHP dapat dengan mudah digabungkan dengan HTML dan dapat digunakan dengan berbagai template engine dan framework. Kode PHP biasanya diproses oleh PHP interpreter, yang biasanya diimplementasikan sebagai modul asli dari server web atau Common Gateway Interface (CGI) executable.
 
Membuat script PHP tidaklah mudah, terkadang seorang programmer banyak melakukan kesalahan dalam kode yang dituliskannya. Kode yang dibuat biasanya tidak sedikit, bisa terdiri dari puluhan bahkan ratusan file dan setiap file bisa terdiri dari ratusan bahkan ribuan baris. Hal tersebut tentu sulit untuk menemukan kesalahan.
Dibutuhkan sebuah alat debugging untuk membantu mencari kesalahan dengan mudah dan mengurangi jumlah bug.

1. Pinba


Pinba adalah mesin penyimpanan MySQL open source dan tujuan utamanya adalah untuk membantu pengembangan web guna memantau semua kinerja script PHP. Alat ini bertindak sebagai real time monitoring server untuk PHP dan MySQL.

2. Whoops


Whoops merupakan sebuah PHP library untuk menangani exceptions, Whoops terbukti menjadi debugger yang sangat kompeten. Kesalahan ditangani di tumpukan menggunakan antarmuka yang mudah untuk dipahami dan enak untuk dilihat. Dilengkapi juga dengan API. Whoops mudah dikonfigurasi dan memiliki fitur yang user-friendly.

3. Xdebug




Xdebug pada dasarnya merupakan perluasan yang disediakan oleh platform PHP untuk orang-orang yang ingin terhindar dari kesalahan dan mencari cara yang sangat efektif untuk debug mereka. Alat ini juga merupakan alat yang dibuat untuk profiling skrip PHP. Alat ini hanya sebatas extension/perluasan saja, mengakses dan menggunakannya tidaklah sulit.

4. Krumo



Krumo adalah contoh yang bagus dari alat debugging, yang menampilkan informasi tentang struktur variabel PHP.


5. Kint


 
Kint adalah sebuah open source debugger, Kint adalah alternatif yang bagus untuk debugger yang lebih populer seperti var_dump, webgrind, dan lainnya. Alat ini tidak memerlukan banyak pengaturan namun sangat efisien. Kint adalah alat yang intuitif untuk mendeteksi tipe data yang di dump.

6. PHPMD


 
PHPMD adalah alat yang bagus untuk mendapatkan kode sumber dan menemukan kesalahan-kesalahan yang ada di kode tersebut. Setiap jenis kesalahan dapat diselesaikan dengan mudah dengan pembatasan pendefinisian aturan.

7. PHP Debug Bar



PHP Debug Bar adalah salah satu alat lainnya yang sangat baik untuk proyek-proyek web Anda dan dapat menampilkan data dari semua jenis aplikasi web.
Semoga alat-alat diatas bisa membantu Anda para programmer PHP untuk menemukan kesalahan-kesalahan atau error yang ada pada skrip yang telah Anda tulis dan akhirnya bisa membuat sebuah produk yang bebas dari bug.
READMORE
 

Cara menambah User VPS SSH di CentOS 5 x32

Banyak mereka yang mencari dan bertanya bagaimana cara menambah user dropbear di vps centos. Kali ini saya akan membahasnya disini tentang bagaimana cara menambah user di dropbear.

Saat ini saya pastikan anda sudah login didalam VPS Anda menggunakan putty atau apalah.

Oke, Lets do it:


[root@zikriestore ~]# useradd userkamu
//perintah diatas digunakan untuk menambah user, tapi perintah diatas membuka akses ke terminal dan ftp.

//sebaiknya jika untuk jualan bisa menggunakan perintah dibawah agar aman dan tidak di otak-atik
[root@zikriestore ~]# useradd userkamu -m -s /bin/false




//jangan lupa untuk membuat password untuk userkamu dengan perintah dibawah:
[root@zikriestore ~]# passwd userkamu



Isikan password baru, selesai.



READMORE
 

Menambahkan Port Baru Dropbear Centos

Berikut ini cara menambahkan port baru dropbear pada server CentOS dan untuk default port nya kita tetap menggunakan port 22.
Berikut Caranya Ketik perintah

vi /etc/sysconfig/dropbear

 Ketik i ( untuk insert ) lalu ketikan config berikut

NO_START=0
OPTIONS="-p 22 -p 143 -p 443 -W 1024000 -K 3600 -I 3600 "
DROPBEAR_BANNER=""
#DROPBEAR_RSAKEY="/etc/dropbear/dropbear_rsa_host_key"
#DROPBEAR_DSSKEY="/etc/dropbear/dropbear_dss_host_key"
DROPBEAR_RECEIVE_WINDOW=65536

Jika sudah selesai tekan tombol esc + : ( titik dua )+ wq lalu enter
Terakhir restart dropbearnya

service dropbear restart

Selesai semoga bermanfaat


READMORE