Sharing Infomation and Science

How to install Apache pada Windows 7

Kemarin, laptop saya kena virus jadi terpaksa saya install ulang sistem operasi saya yang sebelumnya menggunakan Microsoft Windows 7. Karena Sistem Operasinya baru, maka aplikasi-aplikasi yang lainnya juga terpaksa saya install ulang, tidak terkecuali Apache, PHP dan MySQL. Tapi disini saya akan menjelaskan dan coba berbagi pengalaman bagaimana cara menginstall Apache pada Windows 7.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah download dahulu file Windows Installer Apache. Untuk mendownloadnya, anda bisa coba masuk ke halaman download Apache. Click pada “Win32 Binary without crypto (no mod_ssl) (MSI Installer)”, ambil versi terbaru atau versi terakhir. Sebagai conto saya ambil httpd-2.2.17-win32-x86-no_ssl.msi untuk versi terbarunya.

Setelah proses download selesai, klik 2x (Double Click) pada file tersebut untuk memulai instalasi Apache.

apache-install-01
Jika muncul Security Warning, abaikan saja dengan meng-klik tombol “Run” untuk melanjutkan proses instalasi.

apache-install-02

Click “Next” pada tampilan pertama.
Pilih “I accept the terms in the license agreement”, kemudian click “Next”.

apache-install-03

Masukkan “localhost” pada “Network Domain” dan “Server Name”, kemudian pada “Administrator's Email Address” masukkan “webmaster@localhost” dan klik Next.
Pilih “Typical” kemudian click Next.
Pada tampilan berikut, secara default aplikasi akan diinstall pada folder Program Files, dan saya sarankan anda mengubahnya menjadi C:\Apache, kemudian click OK.

apache-install-04

Click tombol “Install” untuk memulai proses instalasi Apache, dan tunggu sampai proses instalasi itu selesai. Setelah proses instalasi selesai, anda bisa mengetesnya dengan membuka web browser dan ketikkan alamat http://localhost/ kemudian tekan Enter. Jika pada halaman web browser muncul “It Works!”, maka Selamat karena anda telah berhasil menginstall Apache pada Windows 7.

Perlu diketahui bahwa pada saat kita memanggil halaman pada http://localhost/, maka sebenarnya Apache memanggil index.html yang berada pada folder htdocs


Sumber : http://www.sitesjournal.com/2011/05/bagaimana-cara-menginstall-apache-pada.html
READMORE
 

How to Flowchart Sistem Dengan Benar

Bagi anda yang sedang ingin membuat sistem, pada umumnya membutuhkanflowchart sebagai bahan analisan untuk perancangan suatu sistem. Jika pembuatan flowchart salah atau kurang benar maka akan berakibat tidak sempurnanya sistem atau program yang dibuat. Berikut adalah informasi mengenai cara membuat fflowchart dengan baik dan benar.

Pengertian Flowchart :  Bagan alir (flowchart) adalah bagan (chart) yang menunjukkan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi.

Berikut adalah simbol simbol flowchart yang harus diketahui :

Symbol Off-line Connector ( Simbol untuk keluar/masuk prosedure atau proses dalam lembar/halaman yang lain)

Symbol Connector (Simbol untuk keluar/masuk prosedur atau proses dalam lembar/halaman yang sama)

Symbol Process (Simbol yang menunjukkan pengolahan yang dilakukan oleh komputer)

Symbol Manual Operation (Simbol yang menunjukkan pengolahan yang tidak dilakukanoleh komputer)

Symbol Decision (Simbol untuk kondisi yang akan menghasilkan beberapa kemungkinan jawaban/aksi)

Symbol Predefined Process (Simbol untuk mempersiapkan penyimpanan yang akan digunakan sebagai tempat pengolahan di dalam storage)

Symbol Terminal (Simbol untuk permulaan atau akhir dari suatu program)
-
Symbol Off-line Storage (Simbol yang menunjukkan bahwa data di dalam symbol ini akan disimpan)
-
Symbol Manual Input (Simbol untuk pemasukan data secara manual on-line keyboard)
Symbol Keying Operation (Simbol operasi dengan menggunakan mesin yang mempunyai keyboard)
Input-output symbols
menyatakan jenis peralatan yang digunakan sebagai media input atau output.
Symbol input-output (Symbol yang menyatakan proses input dan output tanpa tergantung dengan jenis peralatannya)
Symbol magnetic-tape unit (Symbol yang menyatakan input berasal pita magnetic atau output disimpan ke pita magnetic)
-
Symbol punched card (Symbol yang menyatakan input berasal dari kartu atau output ditulis ke kartu)
-
Symbol disk and on-line storage (Symbol untuk menyatakan input berasal dari disk atau output disimpan ke disk)
Symbol display (Symbol yang menyatakan peralatan output yang digunakan yaitu layar, plotter, printer, dan sebagainya)
Symbol dokumen (symbol yang menyatakan input berasal dari dokumen dalam bentuk kertas atau output dicetak ke kertas)

Pedoman Membuat Flowchart

Bila seorang analis dan programmer akan membuat flowchart, ada beberapa petunjuk yang harus diperhatikan, seperti:

1. Flowchart digambarkan dari halaman atas ke bawah dan dari kiri kekanan.

2. Aktivitas yang digambarkan harus didefinisikan secara hati-hati dan definisi ini harus dapat dimengerti oleh pembacanya.

3. Kapan aktivitas dimulai dan berakhir harus ditentukan secara jelas.

4. Setiap langkah dari aktivitas harus diuraikan dengan menggunakan deskripsi kata kerja

5. Setiap langkah dari aktivitas harus berada pada urutan yang benar.

6. Lingkup dan range dari aktifitas yang sedang digambarkan harusditelusuri dengan hati-hati.

7. Percabangan-percabangan yang memotong aktivitas yang sedang digambarkan tidak perlu digambarkan pada flowchart yang sama. Simbol konektor harus digunakan dan percabangannya diletakan pada halaman yang terpisah atau hilangkan seluruhnya bila percabangannya tidak berkaitan dengan sistem.

8. Gunakan simbol-simbol flowchart yang standar.

Contoh Flowchart :

-Flowchart Program Bilangan ganjil/genap 
READMORE
 

How to Install Apache, MySQL, PHP dan PHPMyAdmin Di Ubuntu

Sebelumnya saya pernah posting Cara Install Apache, MySQL, PHP dan PHPMyAdmin dengan menggunakan XAMPP For Linux atau di linux yang dikenal dengan LAMPP. Silahkan baca postinganku Cara Install XAMPP Di Ubuntu.
Dan pada postingan kali ini saya akan posting Cara Install Apache, MySQL, PHP dan PHPMyAdmin secara manual. Sebenarnya tutorial seperti ini sudah banyak bertebaran di internet tapi gak ada salahnya juga saya melengkapi catatan saya dan mudah-mudah masih bisa membantu yang membutuhkan. Okey berikut langkah-langkah instalasinya :
  • Install Apache
Buka terminal dan jalankan perintah berikut :

sudo apt-get install apache2

Silahkan tunggu proses instalasi sampai selesai. Setelah itu buka browser anda dan ketikan http://localhost di address bar. Jika muncul gambar seperti dibawah, maka instalasi apache berhasil.





  • Install PHP5

  • Buka terminal dan jalankan perintah berikut :



    sudo apt-get install php5 libapache2-mod-php5


    Silahkan tunggu proses instalasi sampai selesai. Setelah itu silahkan restart apache-nya dengan perintah berikut :


    sudo /etc/init.d/apache2 restart


    setelah itu silahkan buat file phpinfo.php untuk mengetahui instalasi PHP5 berhasil atau tidak dan simpan di directory /var/www/. Untuk lebih cepatnya silahkan jalankan perintah berikut :


    sudo gedit /var/www/phpinfo.php


    pada jendela gedit yang tampil silahkan isikan script berikut :

    <?php phpinfo (); ?> 



    setelah itu disave. Kemudian ketikan http://localhost/phpinfo.php di browser Jika tampil gambar seperti berikut, maka instalasi PHP5 berhasil









  • Install MySQL

  • Buka terminal dan jalankan perintah berikut :


    sudo apt-get install mysql-server


    setelah beberapa saat instalasi MySQL berjalan, akan tampil permintaan password untuk user root. Silahkan masukan password yang anda inginkan. Lebih jelasnya lihat gambar berikut :





    setelah itu akan tampil jendela untuk konfirmasi password. Silahkan masukkan password yang anda masukkan pertama kali. Lihat gambar!!




    Setelah itu silahkan tunggu proses instalasi sampai selesai




  • Install PHPMyAdmin

  • Buka terminal dan jalankan perintah berikut :


    sudo apt-get install phpmyadmin


    Setelah beberapa saat proses instalasi berjalan, nanti akan tampil jendela Configuring Phpmyadmin. Silahkan pilih OK. Lebih jelasnya lihat gambar berikut :




    Setelah itu akan tampil jendela Configuring Phpmyadmin lagi. Silahkan pilih NO. Lebih jelasnya lihat gambar berikut :





    Setelah itu silahkan tunggu proses instalasi sampai selesai. Setelah proses instalasi selesai, selanjutnya jalan perintah berikut di terminal :


    sudo cp /etc/phpmyadmin/apache.conf /etc/apache2/conf.d



     kemudian restart apachenya 

    sudo /etc/init.d/apache2 restart


    setelah selesai, ketikan http://localhost/phpmyadmin di browser anda untuk mengakses PHPMyAdmin. Berikut gambar jendela login dari phpmyadmin :




    Silahkan masukan Username (root) dan password anda. Jika sukses akan tampil seperti gambar berikut :

    Sekian tutorial Cara Install Apache, PHP, MySQL dan PHPMyAdmin Di Ubuntu. Jika terdapat kesalahan, saya mohon maaf dan kritik dan sarannya. Terima Kasih ..!! :)

    READMORE
     

    Membuat Installer Java dengan WinRAR

    Bagi anda yang gemar dengan pemrograman java, berikut adalah cara mudah yang digunakan untuk memaketkan program java yang anda buat kedalam suatu installer. misal "setup.exe" yang sering kita lihat ketika ingin menginstall program-program / software ke dalam windows kita. Dan dengan cara tersebut file java anda tentu akan terlihat lebih eksklusif. Anda bisa dengan mudah mendistribusikan program tersebut. contoh : ketika anda menginstall suatu program, anda pernah menemui "license and  agreement" "accept" "I agree" dan lain-lain. nah... yang akan di jelaskan kali ini adalah bagaimana cara membuat installer semacam itu berdasarkan program java yang anda buat. berikut adalah langkah-langkah yang harus anda lakukan :

    Disini saya hanya akan memberikan tutor pengistallan yang mudah yaitu dengan WinRAR:

    1. Pertama kamu harus punya WinRAR terlebih dahulu,jika tidak ada silahkan cari di Indowebster dengan menuliskan di keywordnya WinRAR 3.70 atau download dari http://www.winrar.com/.

    2. Setelah itu installah WinRARnya,kemudian buka folder yang kalian mau dibikin installernya.

    3. Kemudian pilih semua file yang mau dibikin installernya dengan menekan tombol pintasnya Ctrl + A.

    4. Kemudian pointer komputer kamu harus berada pada posisi file yang sudah dipilih yang dilanjuti dengan mengklik mouse kanan dan pilih “Add to archive…”.

    5. Setelah itu pada kotak dialog muncul beberapa pilihan pada kotak “Archiving options” dan pilih “Create SFX archive”.

    6. Setelah itu klik .RAR pada kotak Archive format. Kenapa pilih .rar? karena ada perbedaan antara file arsip .rar dengan .zip yaitu file arsip .rar biasanya kompresan file kuat jadi bisa makan ratio kompresan sampai 50%,semakin kurang ratio kompresan maka membuat muatan file arsipnya kecil dan jadi mudah dipindahkan ke direktori mana saja.

    7. Setelah itu pilih “Advanced” untuk mengatur mode installer yang akan di buat.

    8. Setelah itu klik button “SFX options” untuk mengatur rancangannya.

    9. Pada pilihan General isi kotak Path to extrac dan isikan dengan tulisan C:\Program Files\(nama foldernya).

    10. Pilih Advanced untuk membuat shorcut,dengan klik button Add shortcut…

    11. Pada kotak dialog add shortcut pilihlah dimana shortcutnya dibuat pada Where to create.

    12. Kemudian pilih Desktop jika kamu ingin muncul jalan pintasnya di depan layar komputer.

    13. Isilah source file name yaitu file aplikasi dasar dimana yang ada pada folder program kamu.contoh: Application.exe,maka pada kotak source file name tersebut kamu isikan yang sama dengan nama file aslinya.

    14. Isi shortcut name dengan menuliskan nama file pintas yang kamu inginkan. Jika sudah klik Ok

    15. Jika ada lagi yang mau dibuat shortcutnya,klik lagi add to shortcutnya. Jika mau dibikin ke folder start pilih Start Menu/Program dan caranya sama dengan tutor dari nomor 13 dan 14.

    16. Kemudian pilih “Text and icon” untuk mengisi rancangan lainnya.

    17. Isi Title of SFX window untuk mengisi nama installernya.

    18. Isi Text to display in SFX window untuk mengisi petunjuknya.

    19. Kemudian pada kotak Customize SFX logo and icon pilih browse pada kotak “Load SFX logo from the file” itu untuk apa?,yaitu untuk memasukan mode gambar pada installer kamu. Filenya harus berformat .bmp ukurannya disarankan 100 x 300 juga muatannya maksimal 300 kb.

    20. Setelah itu pilih browse pada kotak “Load SFX icon from the file” untuk apa juga?,yaitu untuk membuat tampilan ikon gambar installer kamu. Filenya harus asli yang berformat .ico,bukan file dari .bmp terus diubah formatnya menjadi .ico paham?.

    21. Pilih License untuk membuat tampilan installer kamu lebih menarik dengan lisensi atau ketentuan syarat sah untuk pemakai.

    22. Isilah judul lilensinya yang dilanjutkan mengisi isi lilensinya.

    23. Kemudian jika ada lagi yang diisikan atau diatur silahkan kamu atur sendiri,kenapa?,karena disini saya hanya memberi tutor yang mudahnya saja. (It’s only easy)

    24. Setelah itu klik Ok untuk SFX options dan kemudian klik Ok lagi pada kotak dialog WinRARnya.

    25. Tunggulah sampai beberapa saat sampai selesai.

    Nah,, gampangkan... :-D
    READMORE
     

    The Fuck, Aplikasi Keren Yang Mengoreksi Perintah Sebelumnya di Terminal

    Kali ini saya akan mengulas aplikasi keren bernama The Fuck. Aplikasi ini berfungsi untuk mengoreksi command sebelumnya di terminal, jika command itu salah.
    Berikut dependensi yang dibutuhkan :
    • python (2.7+ or 3.3+)
    • pip
    • python-dev

    Cara instalasinya di Ubuntu cukup mudah :
    sudo apt update
    sudo apt install python3-dev python3-pip
    sudo -H pip3 install thefuck
    Kemudian lakukan upgrade The Fuck dengan command berikut :
    sudo -H pip install thefuck

    Lalu masukkan command berikut di antara script berikut : .bash_profile atau di .bashrc
    eval "$(thefuck --alias fuck)"
    Untuk alias bisa kalian ganti sesuka kalian.
    Berikut contoh output ketika saya mencoba The Fuck
    akame@linuxsec:~$ exho "LinuxSec - Indonesian Linux Portal"
    No command 'exho' found, did you mean:
     Command 'echo' from package 'coreutils' (main)
    exho: command not found
    akame@linuxsec:~$ fuck
    echo LinuxSec - Indonesian Linux Portal [enter/↑/↓/ctrl+c]
    LinuxSec - Indonesian Linux Portal

    Nah bagaimana ? Tertarik ? Silahkan diinstall.
    Atau jika menginginkan informasi lebih lanjut silahkan cek di GitHub mereka


    Oke sekian artikel singkat pagi hari ini, go linux go opensource.

    Source : http://www.linuxsec.org/2016/06/the-fuck-apps.html
    READMORE
     

    The Fuck, Aplikasi Keren Yang Mengoreksi Perintah Sebelumnya di Terminal

    Kali ini saya akan mengulas aplikasi keren bernama The Fuck. Aplikasi ini berfungsi untuk mengoreksi command sebelumnya di terminal, jika command itu salah.
    Berikut dependensi yang dibutuhkan :
    • python (2.7+ or 3.3+)
    • pip
    • python-dev

    Cara instalasinya di Ubuntu cukup mudah :
    sudo apt update
    sudo apt install python3-dev python3-pip
    sudo -H pip3 install thefuck
    Kemudian lakukan upgrade The Fuck dengan command berikut :
    sudo -H pip install thefuck

    Lalu masukkan command berikut di antara script berikut : .bash_profile atau di .bashrc
    eval "$(thefuck --alias fuck)"
    Untuk alias bisa kalian ganti sesuka kalian.
    Berikut contoh output ketika saya mencoba The Fuck
    akame@linuxsec:~$ exho "LinuxSec - Indonesian Linux Portal"
    No command 'exho' found, did you mean:
     Command 'echo' from package 'coreutils' (main)
    exho: command not found
    akame@linuxsec:~$ fuck
    echo LinuxSec - Indonesian Linux Portal [enter/↑/↓/ctrl+c]
    LinuxSec - Indonesian Linux Portal

    Nah bagaimana ? Tertarik ? Silahkan diinstall.
    Atau jika menginginkan informasi lebih lanjut silahkan cek di GitHub mereka


    Oke sekian artikel singkat pagi hari ini, go linux go opensource.

    Source : http://www.linuxsec.org/2016/06/the-fuck-apps.html
    READMORE
     

    Struktur Direktori di GNU/Linux

    Setelah kita menginstall sistem operasi berbasis linux, ada baiknya kita juga mengenali sistem yang kita pakai. Hal ini bertujuan agar nantinya tidak kesulitan jika kita mendapat masalah atau error. Kali ini saya akan membahas struktur dasar direktori pada Linux.

    Berbeda dengan Windows dimana kita mengenal partsi sistem C, dan disusul partisi ntfs D, E, dll, dl Linux pembagian partisinya adalah /root, /bin, /etc, dll.
    Kira kita struktur nya seperti ini  :
    source fossbytes.com
    Nah kali ini kita akan membahas satu per satu direktori dasar pada linux.
    1. - Direktori Root

    Kita mulai dari direktori paling penting. direktori Root adalah direktori induk yang menampung sub-direktori lain maupun file sistem di Linux

    2. /bin

    Di direktori /bin ini tersimpan binary dan program executable. Perintah perintah dasar di Linux seperti gzip, chmod, tail, nc, dan lainnya tersimpan disini. Direktori yang serupa adalah /sbin yang menyimpan perintah perintah penting dari sistem admin.

    3. /boot

    Yang tak kalah penting adalah folder /boot. DIsini tersimpan file statis boot loader yang berguna untuk melakukan booting sistem. Disini tersimpan file grub beserta file kernel yang terinstall.

    4. /etc

    Selanjutnya direktori /etc . Disini tersimpan file file konfigurasi di sistem Linux mu. Contohnya informasi hostname ataupun konfigurasi apache2. Semua file di direktori /etc harus text, bukan executeble program. Nah disini tersimpan file penting /etc/passwd dan /etc/shadow yang menyimpan data penting berupa otentifikasi data dan identifikasi user.

    5. /dev
    Direktori ini berisi file device yang berada di bawah kontrol sistem maupun administrator. Terminal device, disk drive, USB dll tersimpan di direktori /dev dan dibaca sebagai file, bukan device.

    6. /home

    DIrektori /home menyimpan direktori penguna yang ada di linux mu. Misal username yang dibuat adalah "akame" maka di folder home akan terdapat folder"akame" yang berisi file file personal dari username "akame" tersebut. Biasanya hak akses direktori juga dibatasi sehingga pemilik username akame hanya bisa mengelola file di folder "akame" dan tidak bisa mengubah isi folder user lain.

    7. /lib

    Direktori /lib berisi library file sistem serta modul kernel yang diperlukan oleh binary pada direktori /bin dan /sbin . Demikian pula dengan /lib64 ,yang berisi library file sistem untuk sistem operasi 64-bit.

    8. /media

    Direktori /media digunakan untuk mounting sementara removable media seperti CD-ROM, Flashdisk, HDD Eksternal dll. Kalian juga bisa mengakses subdirektori dari device yang di mounting. Jika kalian menginstall Windows dan Linux bersamaan ( dual boot ), maka partisi ntfs yang ada di Windows juga akan masuk ke direktori /media .

    9. /opt

    Direktori /opt berisi sub-direktori dari aplikasi pihak ketiga yang kalian install di Linux.

    10. /proc

    Disini tersimpan informasi mengenai proses yang berjalan di sistem kalian di /proc/PID yang mana PID adalah proses id. DI sini juga tersimpan informasi mengenai system resources.

    11. /tmp

    Folder ini digunakan untuk menyimpan temporary file dari sistem maupun aplikasi yang sedang digunakan. Biasanya file yang tersimpan disini akan dihapus setelah kita melakukan reboot.

    12. /usr

    Direktori /usr  berisi aplikasi dan file yang berkaitan dengan pengguna tertentu dibandingkan dengan file dan aplikasi dari sistem. Misalnya, binari penting dan binari sistem administrasi penting disimpan di direktori /bin & /sbin sedangkan yang non-esensial disimpan di /usr/bin & /usr/sbin

    13. /var

    Terakhir adalah /var . Direktori ini merupakan direktori penting dalam struktur direktori Linux. DIsini tersimpan file sistem yang ukuran datanya terus membesar dari aktu ke waktu contohnya log, packages, mail atau file database bisa kalian temui di direktori /var .

    Nah mungkin sekian penjelasan kali ini, semoga bermanfaat, jika ada kebingungan silahkan komentar.

    Source : http://www.linuxsec.org/2016/06/linux-directory-structure.html

    READMORE